READ MORE >> Aku Ingin Tahu.
Minggu, 27 Maret 2005, Lala diajak ke Madurodam. Dia senang sekali melihat bangunan-bangunan yang dibuat seperti aslinya, tetapi ukurannya kecil-kecil. Dari sekian banyak bangunan, yang paling menarik perhatian dia adalah “Anne Frankhuis”, yaitu rumah Anne Frank menyembunyikan diri dari holocaust. Ceritanya gini:
Kira-kira kita sudah 4 jam lebih di kompleks Madurodam. Terakhir yang dilihat adalah pameran memperingati 50 tahun Nijntje. Karena hari sudah sore, perjalanan segera dilanjutkan ke Scheveningen. Gerimis kecil pun sudah mengguyur. Jadinya kita buru-buru ingin segera keluar dari Madurodam. Namun, Lala cemberut, marah, minta sekali lagi keliling. Hah?… Udah capek banget. Dia enak, tinggal duduk di kereta dorong. Bunda udah capek dan ndak sabar lagi ngadepin rewelnya Lala. Sebenarnya aku juga, tetapi coba disabar-sabarin. Aku tanya Lala, sebenarnya mau dia apa. Kalau keliling semua rute, kita ndak kuat. Kalau Lala bisa nunjukin ke mana yang Lala suka, kita akan langsung ke sana. Lalu ayah kasih buku petunjuk Madurodam. Lala mbolak-balik buku itu, dan menunjuk sebuah gambar. Ini Yah, Lala mau ke sini. “Anne Frank?” Iya… ternyata dia ingin ayah cerita lagi tentang Anne Frank sambil llihat rumahnya.
Dia exciting banget. Dengan serius dia dengerin cerita ayah tentang Anne Frank. Dia juga minta difoto di depan rumah Anne Frank. Selain itu dia juga mengambil sendiri foto rumah Anne Frank. Mendengar suatu saat dia akan diajak ke rumah Anne Frank yang sbenarnya, dia berjingkrak, kegirangan..
Sampai di rumah, biasanya dia mbuka Firefox, lalu ngetik ‘winx’ di Google. Kali ini dia minta diajarin ngetik ‘Anne Frank’!
READ MORE >> Aku Ingin Tahu.
2 Comments on “Anne Frank”